Month: October 2018

Hadiah Penalti Gagal Selamatkan Mitra Kukar dari Kekalahan vs Bhayangkara FC

Kesebelasan tuan rumah Mitra Kukar mesti kalah dari Bhayangkara FC di pertandingan minggu ke-26 Liga satu kampanye musim 2018. Duel yang berjalan pada Stadion Aji Imbut, Kutai Kartanegara, Jumat (19/10), itu usai bersama kedudukan 0-1 guna hasil positif kesebelasan tamu.

Goal solo hasil positif Bhayangkara FC di pertandingan itu dibukukan dengan Paulo Sergio saat laga sudah berjalan hingga menit ke-17. Mitra Kukar yang menyandang status menjadi kesebelasan tuan rumah begitu saja memperoleh inisiatif serangan semenjak menit-menit pertama laga.

Menembus bawah desakan kesebelasan tuan rumah semenjak sepak mula, Bhayangkara FC justru sukses menyerobot goal. Saat laga sudah berjalan hingga menit ke-17, Paulo Sergio sukses mengoyak jala Mitra Kukar sehabis sepakannya tidak berhasil diantisipasi dengan Yoo Jaehoon.

Bersama goal itu, Bhayangkara FC guna sedangkan menang vs kesebelasan tuan rumah bersama score 1-0. Herman Dzumafo nyaris saja menggandakan keunggulan Bhayangkara FC saat laga sudah berjalan hingga menit ke-33.

Performa individunya yang tidak mendapat desakan berarti melalui bintang-bintang belakang Mitra Kukar berhasil membuat ruang tembak untuk bintang naturalisasi itu. Sayang, tendangan mantap Dzumafo tengah melambung tinggi pada atas mistar gawang Mitra Kukar.

Bhayangkara FC balik lagi memunculkan keadaan mematikan pada sektor barisan defensif kesebelasan tuan rumah. Kali itu giliran Elio Bruno yang berusaha menebar ancaman via eksekusi bola mati. Namun, sepakannya tengah bisa diselamatkan dengan tiang gawang. Dibabak kedua Bayu Pradana dkk nyaris saja memecah kebuntuan di fase ke 2.

Tendangan bola mati yang diambil dengan Hendra Bayau berhasil ditanduk dengan Septian David Maulana. Tapi, Awan Setho tetap terlampau kuat dibawah mistar gawang.

Gerak segera penjaga gawang tim nasional U-23 Indonesia itu balik lagi menyelamatkan gawang Bhayangkara FC. Mitra Kukar pada akhirnya memperoleh peluang permata guna memaksakan skor jadi imbang via titik penalti.

Tapi, Bayu Pradana yang terpilih menjadi algojo tidak berhasil menyelesaikan kewajibannya bersama perfect. Arah sepakannya sukses dibaca dengan Awan Setho. Sedangkan bola rebound itu pun balik lagi tidak berhasil dimaksimalkan dengan Bayu Pradana.

Tendangan bintang yang didapuk jadi leader kesebelasan itu balik lagi tidak berhasil berakibat goal karena membentur tiang gawang.

Score 1-0 tidak berganti sampai penghujung laga. Bhayangkara FC berhasil menyerobot 3 angka melalui kamp Naga Mekes.

Jelang Hadapi Madura United, Pelatih Persija Ingin Putus Tren Negatif

Persija Jakarta dibayangi catatan negatif menyambut pertandingan tandang melawan Madura United.Pertandingan lanjutan Liga 1 weekend ke-25 ini bakal berlangsung di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, pukul 18. 30 WIB.

Dari 7 pertandingan terbaru melawan Madura United, Persija bertekuk lutut 5 kali serta sisanya 2 kali berlaga seri.

Juru tak-tik Persija, Stefano Cugurra alias Teco tidak bersedia berpikir catatan itu serta berhasrat guna mendapat kemenangan.

Teco mengatakan bahwa ia sudah banyak kali memutus catatan negatif kesebelasannya seperti kala menghajar Mitra Kukar serta Borneo FC di Liga 1 kampanye musim 2017.

“Sudah banyak kali media omong serupa aku tidak dapat unggul, seperti lawan Borneo, Mita kukar, serta lawan Arema bertahun-tahun tak sudah unggul, ” tutur Teco.

“Saya kira tiap-tiap musim dapat bertransformasi. Anda dapat unggul. Tapi tiap-tiap musim tim di Indonesia bertransformasi banyak didalam kesebelasan pelatih mau pun pesepakbola bertransformasi, ” katanya.

Juru tak-tik dari Brasil menyatakan jika kesebelasannya terus menimba ilmu melalui banyak kesalahan yang menimbulkan kesebelasannya tidak pernah unggul kepada kesebelasan tertentu.

“Sekali lagi rombongan saya seharusnya menimba ilmu dari blunder mau pun yang tidak begitu di dalam laga. Menjadi tiap-tiap laga dapat bertransformasi pun, ” katanya percaya.

Kesal, James Rodriguez Ingin Tinggalkan Bayern Munich

James Rodriguez dilaporkan terlibat cek-cok di ruang berganti Bayern Munich. Kondisi FC Bayern panas usai hampa hasil positif di dalam 3 laga terbaru musim ini.

Setelah seri 1-1 dengan Augsburg serta menerima kekalahan 0-2 dari Hertha BSC di kompetisi Bundesliga, mereka balik lagi menuai hasil imbang ketika bertemu Ajax Amsterdam pada penyisihan grup Liga Champions (1-1).

Sesuai kabar Bild yang, bintang-bintang FC Bayern saling melampiaskan kemarahan pasca-laga vs Ajax, diantaranya James Rodriguez.

Sumber sama pun mengabarkan pemain berposisi gelandang itu memberikan tahu seisi ruang berganti jika ia mau meninggalkan tim.

Sedikitnya peluang bermain menjadi starter jadi alibi lainnya yang mendorong James guna pergi dari Bayern.

Dari 7 performa di seluruh kompetisi kampanye musim ini, pesepakbola tim nasional Kolombia ini hanya 3 kali masuk lis starting XI.

Di FC Bayern, James menyandang status bintang pinjaman dari Real Madrid.

Dia main keren dengan mencatatkan 8 goal serta 14 umpan dari 39 performa pada 2017-2018 ataupun musim pertamanya di Bayern.