Category: Berita Bola

Giliran Fabio Capello yang Diserbu Michael Owen

Giliran Fabio Capello yang Diserbu Michael Owen

Usai menyerang Alan Shearer dan Newcastle United, sekarang Michael Owen mengambil keputusan untuk memberi kritikan pada Fabio Capello. Owen mengakui marah pada keputusan Capello yang menghentikan kariernya di tim nasional Inggris.

Fabio Capello pernah menukangi tim nasional Inggris di tahun 2007 sampai 2012. Saat terpilih menjadi juru tak-tik tim nasional Inggris, Capello mengambil keputusan untuk tidak lagi memanfaatkan kemampuan Owen yang performanya telah mulai mengalami penurunan.

“Ketika Fabio Capello menukangi tim nasional Inggris, ia berpikir butuh berbuat transformasi besar-besaran. Salah 1 transformasi yang ia kerjakan ialah tidak lagi memanggil Michael Owen. Untuk aku, itu terasa kayak sebuah kata-kata perang, ” tulis Owen di dalam buku barunya yang berjudul Reboot.

Selain hal tersebut, Owen juga mengkritisi kinerja Capello bareng The Three Lions. Berdasarkan Owen, Capello adalah salah 1 manajer terburuk sepanjang sejarah panjang tim nasional Inggris di ajang sepakbola internasional.

“Capello selain ia ambil keputusan untuk menghentikan karier internasional dari bintang yang terus bekerja keras tanpa penjelasan apa pun. Namun, ia jua jadi salah 1 juru tak-tik terburuk sepanjang sejarah sepakbola tim nasional Inggris, ” tulis lelaki 39 tahun ini.

Dibawah arahan Capello, tim nasional Inggris memang tidak berhasil memperlihatkan performa yang bagus. Mereka cuma bisa maju sampai menuju fase enam belas besar Piala Dunia 2010. Setelahnya, mereka jua tidak berhasil unjuk gigi usai dibantai Italia pada fase perempat-final Piala Eropa 2012.

Tekad Heung-min Son Bawa Spurs Lebih Tangguh Musim Depan

Tekad Heung-min Son Bawa Spurs Lebih Tangguh Musim Depan

Striker yang beroperasi di sektor sayap Tottenham Hotspur, Heung-min Son, tegaskan mau mengantarkan kesebelasannya main lebih tangguh pada kompetisi musim berikutnya. Kepercayaan ini disampaikan Son usai mengantarkan Spurs menduduki tempat ke 4 Liga Inggris dan jadi finalis Liga Champions.

Walau melakoni musim cemerlang, kompetisi musim 2018-19 berkahir pahit untuk Heung-min Son cs. Tim dari London Utara ini tidak berhasil menaklukkan Liverpool pada laga pamungkas Liga Champions.

Namun, Son ngotot, bakal meluapkan penyesalan musim 2018-19 pada kompetisi musim berikutnya dan mengantarkan kesebelasan jadi lebih hebat.

“Itu merupakan musim yang edan, banyak kejadian mengagumkan, pastinya jua banyak penyesalan. Jadwal yang sukar dan kami punya hasil yang fantastis. Kami berakhir di tempat 4 dan bisa sampai laga pamungkas Liga Champions. Tentu, kami frustrasi tumbang pada laga pamungkas, namun kami amat bangga, ” tutur Son pada situs resmi Tottenham Hotspur.

Son cs mengakui menyikapi bagus hasil yang diraih pada musim kemarin dan percaya memperoleh hasil yang lebih bagus pada kompetisi musim berikutnya.

“Pemain menimba ilmu tidak sedikit dari musim kemarin dan kami bakal memimpikan lebih bagus kompetisi musim berikutnya, dan aku percaya kami punya kesempatan baik untuk berbuat sesuatu. Aku berharap untuk balik lagi lebih hebat, ” imbuh Son.

Namun begitu, Heung-min Son bakal membuang 2 pertandingan awal Liga Inggris mengingat hukuman berlaga. Bintang dari Korea Selatan ini bakal membuang laga kontra Aston Villa dan tandang menuju kandang jawara bertahan, Manchester City.

Kasus Pencucian Uang Anderlecht Menyeret Newcastle United?

Kasus Pencucian Uang Anderlecht Menyeret Newcastle United?

Tim Liga Belgia, RSC Anderlecht sedang menghadapi kasus hukum dugaan praktik pencucian uang. Menurut laporan salah satu tim Liga Inggris, Newcastle United terseret di kasus ini.

Sebelumnya, Kamis (25/4) masa setempat, pihak kepolisian Belgia menggerebek kantor manajemen RSC Anderlecht. Di dalam penggerebekan itu, polisi menyita beberapa dokumen, salah satu diantaranya merupakan dokumen transfer bomber Serbia, Aleksandar Mitrovic menuju Newcastle United pada 2015.

Pihak kepolisian Belgia menduga proses transfer Mitrovic dari Anderlecht menuju Newcastle United amat rawan dengan praktik pencucian uang. Kesebelasan yang sekarang dilatih Rafael Benitez itu menandatangani Mitrovic dengan mahar senilai 13 juta pounds.

Tim Newcastle United sendiri tidak ingin memberikan komentar tentang hal itu. Sedangkan, pihak RSC Anderlecht menyatakan jika manajemen bakal bersikap kooperatif dengan penyelidikan pihak kepolisian.

Pihak kepolisian di samping menyita dokumen transfer bintang dari Anderlecht, mereka jua mengambil beberapa dokumen dari kantor federasi sepakbola Belgia.

“Kami punya beberapa pertanyaan untuk agen yang mengurus transfer bintang dari tim. Ini dapat diduga pratik pencucian uang, ” tutur juru bicara jaksa Belgia sebagaimana dilansir football5star. com dari telegraph, Jumat (25/4/2019).

Tentang kasus dugaan praktik pencucian dana yang disangkakan pada Anderlecht, pihak kejaksaan menolak apabila hal itu jadi satu rangkaian pemeriksaan kasus ‘Footballgate’.

Footballgate adalah salah satu kasus hukum di sepakbola Belgia yang merebak usai perhelatan Piala Dunia 2018. Beberapa fakta hukum terbongkar ke publik tentang praktik pengaturan laga di banyak laga Liga Belgia.

Van Gaal Sebut MUMemiliki Modal Juarai Liga Champions

Van Gaal Sebut MUMemiliki Modal Juarai Liga Champions

Manchester United memang bukanlah favorit utama pada bursa taruhan jawara Liga Champions musim ini. Banyak rumah taruhan meletakkan Manchester City, Barcelona, serta Juventus di atas mereka. Tapi, di mata Louis van Gaal, Paul Pogba dan kawan-kawan kemungkinan jawara.

Eks manajer Bayern Munich ini mengatakan Manchester United memiliki 1 modal bernilai buat memenangi Liga Champions musim ini. Modal itu ialah gaya bermain yang dibawa pelatih Ole Gunnar Solskjaer.

“Bagi Manchester United, amat krusial untuk menembus ke Liga Champions (musim depan) sebagaimana halnya saat aku yang menjadi pelatih. Tapi, mereka jua kemungkinan jawara Liga Champions (musim ini) sebab main bertahan yang membikin mereka sukar ditaklukkan, ” kata juru tak-tik yang jua sudah melatih Ajax Amsterdam itu.

Secara pribadi, Louis van Gaal membenci gaya bermain yang digunakan Solskjaer itu. Tapi, ia menganggap itu kemungkinan amat menentukan. Ini sebab mengangkat trofi bukanlah cuma tentang bagaimana memenangi laga, melainkan jua mengenai bagaimana menghindari kekalahan.

Walau begitu, Louis van Gaal menyatakan, jika Manchester United jawara, Solskjaer tidak cukup sepenuhnya mengklaim kejayaan itu. “Suka ataupun tak, ini merupakan pencapaian kerja (Jose) Mourinho, ” tutur dirinya kembali.

Manchester United sukses melaju ke perempat-final Liga Champions usai dengan cara spektakuler menghempaskan Paris Saint-Germain di fase 16-besar. Tapi, mereka mesti melawan Barcelona di fase 8-besar mendatang.

Andres Iniesta Tidak Pikirkan Tentang Jadi Manajer

Andres Iniesta Tidak Pikirkan Tentang Jadi Manajer

Andres Iniesta diperkirakan banyak pihak bakal bisa membuntuti jejak Pep Guardiola menjadi juru tak-tik spektakuler nan berprestasi. Tapi, lelaki dari Spanyol tersebut mengakui belum memikirkan hal itu.

Di dalam wawancara bersama Diario Sport belum lama ini, Andres Iniesta mengakui fokusnya sekarang bukanlah jadi manajer ataupun semacamnya. Ini sebab dia masih menyandang status pesepakbola aktif di klub Vissel Kobe.

“Itu bukanlah pertanyaan tentang saya membayangkan hal tersebut ataupun tidak. Nyatanya, saya tidak memikirkan itu,” terang Andres Iniesta sebagaimana dilansir melalui Diario Sport.

“Aku tidak paham apakah yang bakal terjadi beberapa tahun menuju ke depan.”

Ia melanjutkan, “Untuk sekarang, saya memusatkan perhatian menjadi pesepak bola di negara lainnya, bertanding di turnamen yang juga lain. Saat telah bukan lagi menjadi pesepakbola, barulah saya bisa berpikir hal-hal lainnya.”

Walau mengakui tidak terlampau berpikir hal yang bakal terjadi di masa mendatang, Andres Iniesta menyambut bagus pemikiran semua mantan bintang seangkatannya kembali menuju Barcelona menjadi pengurus tim. Ia mengaku hal tersebut menarik sebab mereka telah memiliki ikatan hebat bersama semua Cules.

“Itu ide baik. Waktu bakal membuktikan di mana kami nantinya. Kami memiliki ikatan bersama semua suporter sebab telah menghabiskan waktu amat panjang di sana. Secara individu, saya akan memberi seluruh yang sudah kupelajari. Saya tidak paham bakal ada di kapasitas apa apabila balik lagi nanti. Ini semua baru hipotesis. Kita saksikan saja,” beber ia.

Di Mei 2018, Andres Iniesta menandatangani kesepakatan kontrak dengan durasi 3 musim bersama Vissel Kobe. Berarti, bintang berusia 34 tahun tersebut mungkin baru bakal berpikir tentang profesi lainnya di 2021. Buat sekarang, fokusnya masih bermain serta mendapat gelar.

Hadiah Penalti Gagal Selamatkan Mitra Kukar dari Kekalahan vs Bhayangkara FC

Kesebelasan tuan rumah Mitra Kukar mesti kalah dari Bhayangkara FC di pertandingan minggu ke-26 Liga satu kampanye musim 2018. Duel yang berjalan pada Stadion Aji Imbut, Kutai Kartanegara, Jumat (19/10), itu usai bersama kedudukan 0-1 guna hasil positif kesebelasan tamu.

Goal solo hasil positif Bhayangkara FC di pertandingan itu dibukukan dengan Paulo Sergio saat laga sudah berjalan hingga menit ke-17. Mitra Kukar yang menyandang status menjadi kesebelasan tuan rumah begitu saja memperoleh inisiatif serangan semenjak menit-menit pertama laga.

Menembus bawah desakan kesebelasan tuan rumah semenjak sepak mula, Bhayangkara FC justru sukses menyerobot goal. Saat laga sudah berjalan hingga menit ke-17, Paulo Sergio sukses mengoyak jala Mitra Kukar sehabis sepakannya tidak berhasil diantisipasi dengan Yoo Jaehoon.

Bersama goal itu, Bhayangkara FC guna sedangkan menang vs kesebelasan tuan rumah bersama score 1-0. Herman Dzumafo nyaris saja menggandakan keunggulan Bhayangkara FC saat laga sudah berjalan hingga menit ke-33.

Performa individunya yang tidak mendapat desakan berarti melalui bintang-bintang belakang Mitra Kukar berhasil membuat ruang tembak untuk bintang naturalisasi itu. Sayang, tendangan mantap Dzumafo tengah melambung tinggi pada atas mistar gawang Mitra Kukar.

Bhayangkara FC balik lagi memunculkan keadaan mematikan pada sektor barisan defensif kesebelasan tuan rumah. Kali itu giliran Elio Bruno yang berusaha menebar ancaman via eksekusi bola mati. Namun, sepakannya tengah bisa diselamatkan dengan tiang gawang. Dibabak kedua Bayu Pradana dkk nyaris saja memecah kebuntuan di fase ke 2.

Tendangan bola mati yang diambil dengan Hendra Bayau berhasil ditanduk dengan Septian David Maulana. Tapi, Awan Setho tetap terlampau kuat dibawah mistar gawang.

Gerak segera penjaga gawang tim nasional U-23 Indonesia itu balik lagi menyelamatkan gawang Bhayangkara FC. Mitra Kukar pada akhirnya memperoleh peluang permata guna memaksakan skor jadi imbang via titik penalti.

Tapi, Bayu Pradana yang terpilih menjadi algojo tidak berhasil menyelesaikan kewajibannya bersama perfect. Arah sepakannya sukses dibaca dengan Awan Setho. Sedangkan bola rebound itu pun balik lagi tidak berhasil dimaksimalkan dengan Bayu Pradana.

Tendangan bintang yang didapuk jadi leader kesebelasan itu balik lagi tidak berhasil berakibat goal karena membentur tiang gawang.

Score 1-0 tidak berganti sampai penghujung laga. Bhayangkara FC berhasil menyerobot 3 angka melalui kamp Naga Mekes.